Rabu, 02 Desember 2015

Riuh Pagi

Kicauan burung mengundang pagi
Merdu lembut suarannya
Seakan membawa alam bernyanyi
Hembusan angin pagi
Membuat Gerakan pohon mengikuti suara kicau burung
Alangkah indahnya alamku
Kelompok burung baris berbaris
Memulai pagi
Berpindah dari suatu tempat ke tempat yag lain
Mencari karunia tuhan
Eloknya alamku.

Samsir, gowa,  22-11-2015













Burung pagi

Nampak orange di ufuk barat
Melintas sekawanan burung
Menari nari mempersembahkan warnanya
Luas memang alamku
Sebebas mereka terbang
Menari nari di angkasa
Ditemani suara yang begitu lembut
Mempersembahkan untuk alam
Begitu elok ciptaan mu
Begitu elok rupamu
Burung di pagi hari
Baris berbaris terbang
Mencari nafkah
alangkah indah di pandang mata

Samsir, Gowa,  22-11-2014







puisi bambu runcing

Bambu Runcing

Tajam semangatmu
Setajam bambu runcing
Kuat badanmu sekuat bambu runcing
Amarahmu searah dengan bambu runcing
Jiwa dan ragamu kau relakan untuk bumi ini
Tak pikir darahmu yang habis
Tak pikir rohmu melawang
Untuk bumi ini
Bambu runcing pembawa kebebasan
Kemerdekaan oleh bambu runcing


Samsir, gowa , 10 november 2015

puisi senjata moderen

Senjata Senjata Modern

Hancur kotaku oleh senjata modern
Ambruk gedungku oleh senjata modern
Tak kau sisakan dari senjata
Senjatamu meramapas hartaku
Pertiwiku kau todangkan senjata
Karna kau senjata yang tak berjiwa
Nyawa lepas dari jiwa yang tak berdosa dari senjatamu
Senjataku tak setajam senjatamu
Tapi jiwaku lebih bermoral dari jiwamu
Wahai sanga pemengang senjata.


Samsir, Makassar,  10 November 2015

puisi tanda kehidupan

Tanda Hidup

Putaran jam senantiasa menunjukkan waktu
Selama matahari masih mau menemani siang
Dan rembulan yang selalu menemani kegelapan
Penghuninya masih mau menemani kesunyian malam
Dengan suara suara yang unik
Selama angin masih ingin terus berhembus
Dan udara untuk bernafas
Selama denyut jantung masih berdetak
Dan hari esok masih mau berteman
Inilah tanda hidup.

Samsir, Gowa, 18-11-2015



puisi waktu dan kesempatan

 
me n my sister, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kota Makassar, 24 November 2015

Waktu dan kesempatan

Hidup memang tak luput dari perjuangan
Jarak bukanlah suatu alasan yang membuat rasa persaudaraan kita menjadi pudar
Tapi jarak yang harusnya membuat kita jadi dekat
Karena jarak tak dapat memutuskan batin
Waktu tak dapat merasakan apa itu rindu
Tapi waktu yang menjawab kapan rindu itu?
Dan waktu pula yang dapat menjadi pelapas rindu
waktu yang menjawab kesempatan
Persaudaraan yang tak retak waktu
Badai kehidupan telah kami buktikan
Dengan rasa persaudaraan yang tak bisa lepas dari hati
Bagai matahari dan bumi
Yang senantiasa menaungi
Namun tak dapat bersatu
 Karna waktu dan kesempatan
Membuat insan tak dapat merasakan kebersamaan dalam lingkar kekeluargaan
Tapi badai akan berlalu, percayalah!!
Waktu dan kesempatan yang akan menjawab rindu
Allah maha tau akan semuanya

Samsir, Gowa,25-11-2015